Waskita Karya - Piagam Komite Audit & Komite GCG loader loader
Informasi Saham
WSKT
Piagam Komite Audit ditetapkan berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris PT Waskita Karya (Persero) Tbk Nomor: 02.1/SK/WK/DK/2016 tertanggal 20 April 2016 Tentang Perubahan Piagam Komite Audit PT Waskita Karya (Piagam Komite Audit).
Keanggotan
Berdasarkan Pasal 1 angka 4 Piagam Komite Audit, Komite Audit adalah suatu komite yang bekerja secara profesional dan independen yang dibentuk oleh Dewan Komisaris, yang bertugas untuk membantu dan memperkuat fungsi Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan atas proses pelaporan keuangan, pelaksanaan audit dan implementasi dari corporate governance di PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Perseroan) sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diatur dalam Piagam Komite Audit.
Komite Audit PT Waskita Karya bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas serta dalam pelapornya, serta bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris.
Komite Audit terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Independen sebagai Ketua dan sekarang kurangnya 2(dua) orang anggota lainnya yang berasal dari luar PT Waskita Karya. Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris dan dilaporkan kepada Rapat Umum Pemagang Saham (RUPS) dan Otoritas Jasa Keuangan.
Tugas Komite Audit
Tugas Komite Audit sebagaimana tercantum dalam Pasal 5 Piagam Komite Audit, antara lain :
1. Membuat rencana kegiatan tahunan Komite Audit yang disetujui oleh Komisaris.
2. Melakukan penilaian kegiatan serta hasil audit yang disetujui oleh Komisaris.
3. Menilai peranan dan pelaksanaan tugas Auditor Eksternal dengan cara sebagai berikut :
a. Melakukan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) khususnya Auditor Eksternal yang berasal dari Kantor Akuntan Publik (KAP).
b. Melakukan proses penunjukan Kantor Akuntan Publik dengan panitia yang diketuai oleh Ketua Komite Audit.
c. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan audit oleh Auditor Eksternal (KAP) terutama berkaitan dengan ketaatan sesuai dengan standard profesi.
d. Melakukan pembahasan hasil audit dengan Auditor Eksternal tentang temuan audit dan tindaklanjutnya, jika dipandang perlu.
e. Menilai pendapat Auditor Eksternal tentang mutu dan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam pelaporan keuangan.
f. Melakukan pembahasan dengan manajemen mengenai Sistem Pengendalian Intern yang melingkupi penyusunan laporan keuangan.
g. Melakukan komunikasi dengan Auditor Internal untuk membahas temuan dan isu-isu internal control dalam proses penyusunan laporan keuangan maupun hasil review terhadap laporan keuangan Perseroan.
h. Melakukan komunikasi dengan Auditor Eksternal untuk membahas temuan-temuan dan isu-isu internal control dan akuntansi yang perlu mendapat perhatian.
4. Membuat rekomendasi mengenai sistem pengendalian intern manajemen Perseroan serta pelaksanaannya.
5. Memberikan masukan kepada Komisaris tentang penyusunan dan penyempurnaan Piagam Komite Audit secara berkala.
6. Memberikan masukan kepada Komisaris sebagai bahan kajian bersama Direksi dan Auditor Eksternal tentang :
a. Laporan Keuangan Tahunan dan catatan atas laporan keuangan.
b. Laporan Audit dari Auditor Eksternal mengenai laporan keuangan tahunan.
c. Temuan penting dan rekomendasi Auditor Eksternal.
7. Memberikan masukan kepada Komisaris sebagai bahan kajian bersama Direksi dan Auditor Eksternal (SPI) khususnya tentang perubahan penting di dalam RKAP, perubahan signifikan dalam lingkup kerja audit, kepatuhan pada Piagam Auditor Internal dan Independensi Auditor Internal.
8. Melaksanakan tugas lain yang berkaitan dengan pengawasan terhadap Perseroan yang diberikan oleh Komisaris.
Wewenang Komite Audit
Wewenang Komite Audit adalah :
1. Mengakses dokumen, data dan informasi Emiten atau Perusahaan Publik tentang karyawan, dana, aset dan sumber daya Perseroan yang diperlukan.
2. Berkomunikasi langsung dengan Direksi Perseroan, karyawan dan pihak yang menjalankan fungsi audit internal, manajemen risiko dan Akuntan terkait tugas dan tanggung jawab Komite Audit.
3. Melibatkan pihak independen di luar anggota Komite Audit untuk membantu pelaksanaan tugasnya (apabila diperlukan).
4. Bekerja sama dengan Satuan Pengawasan Intern dalam menjalankan kewenangannya.
Hubungan Kerja
1. Hubungan kerja Komite Audit dengan Auditor Internal dilaksanakan dalam kerangka sebagai berikut :
a. Mengevaluasi independensi, objektivitas dan efektivitas Auditor Internal.
b. Memonitor ketaatan Kode Etik Profesi Auditor Internal (Internal Auditor Charter).
c. Melaksanakan kegiatan dan koordinasi yang terkait perlaksanaan tugas-tugas pengendalian internal khususnya dalam kaitannya dengan Komite Audit seperti diatur dalam Piagam Komite Audit
2. Hubungan kerja Komite Audit dengan Auditor Eksternal dilaksanakan dalam kerangka sebagai berikut :
a. Mengevaluasi sistem penunjukan, penunjukan kembali dan pemberhentian Auditor Eksternal dengan memperhatikan aspek independensi, objektivitas dan efektivitas.
b. Melakukan pengkajian tentang tujuan dan ruang lingkup audit.
c. Mengevaluasi pelaksanaan audit yang dilakukan oleh Auditor Eksternal.
d. Dapat berkonsultasi secara periodic dengan Auditor Eksternal untuk membahas Sistem Pengendalian Internal serta pemenuhan dan ketepatan Laporan Keuangan.
3. Hubungan kerja Komite Audit dengan Direksi dilaksanakan dalam rangka sebagai berikut :
a. Sebagai organ yang dibentuk oleh Dewan Komisaris, hubungan antara Direksi dengan Komite Audit dilakuan melalui Dewan Komisaris
b. Dewan Komisaris memfasilitasi pertemuan-pertemuan secara berkala antar Komite Audit dengan Direksi.
c. Direksi dapat meminta pertimbangan dan saran Komite Audit menyangkut aspek-aspek yang terkait dengan lingkup keahlian Komite Audit yaitu keuangan, pengendalian internal dan penerapan good corporate governance.
Pelaporan
Sesuai dengan ketentuan Pasal 7 Piagam Komite Audit tentang Pelaporan, bahwa :
1. Komite Audit wajib menyampaikan laporan kepada komisaris, berupa :
a. Laporan atas aktivasi yang disampaikan secara berkala sekurang-kurangnya setiap 3 (tiga) bulan.
b. Laporan khusus yang berisi temuan yang diperkirakan mengganggu kegiatan Perseroan. Laporan khusus wajib disampaikan kepada Komisaris selambatnya 10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal temuan diketahui, dan dalam tempo paling lama 3 x 24 jam disampaikan oleh Komisaris kepada Menteri BUMN.
2. Komite Audit membuat Laporan Tahunan kepada Komisaris mengenai pelaksanaan kegiatan Komite Audit dan dimuat pada Laporan Tahunan PT Waskita Karya, antara lain terkait dengan hal-hal :
a. Pelanggaran yang dilakukan oleh Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku (jika ada).
b. Kesalahan/kekeliruan penyajian Laporan Keuangan, Sistem Pengendalian Internal dan Independensi Auditor Eksternal (jika ada).
Rapat Komite Audit
1. Komite Audit wajib mengadakan rapat sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) bulan. Rapat dipimpin oleh Anggota Komite Audit yang paling senior, jika Ketua Komite Audit berhalangan hadir.
2. Rapat Komite Audit sekurang-kurangnya dihadiri oleh lebih dari setengah dari jumlah anggota. Pengambilan keputusan harus dilakukan secara musyawarah untuk mufakat.
3. Rapat Komite Audit dapat dihadiri oleh anggota komisaris.
4. Komite Audit mengadakan rapat dengan Auditor Eksternal, sesuai kebutuhan.
5. Komite Audit dapat meminta Direksi atau pegawai Perseroan untuk menghadiri rapat dan memberikan informasi yang diperlukan. Dalam hal Komite Audit meminta pegawai Perseroan untuk menghadiri rapat dan memberikan informasi yang diperlukan dilaksanakan atas sepengetahuan Direksi.
6. Hasil rapat Komite Audit harus dituangkan dalam risalah rapat yang dilaporakan kepada Dewan Komisaris.