Waskita Karya - Manajemen Risiko loader loader
Informasi Saham
WSKT
Manajemen Risiko
Berubahnya kondisi lingkungan eksternal dan internal bisnis PT Waskita Karya (Persero) Tbk berdampak terhadap meningkatnya ketidakpastian yang dapat merugikan perusahaan. Penerapan Manajemen Risiko telah dilaksanakan oleh Waskita sejat Tahun 2014 untuk mengidentifikasi, memitigasi, mengelola dan mengevaluasi risiko-risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Guna mengantisipasi tuntutan keamanan, maka pada Tahun 2011 dilakukan penyesuaian Prosedur Waskita di bidang Manajemen Risiko dengan menambahkan unsur pengendalian keamanan berdasarkan PERKAP (Peraturan Kepala Polisi Republik Indonesia) No.24 Tahun 2007 ke dalam framework.
Sebagai langkah penyesuaian terhadap perkembangan bisnis perusahaan, maka pada tahun 2014 Waskita melakukan pembaruan framework COSO ERM. Selain itu dilakukan pula perubahan kriteria rating risiko untuk menilai tingkat risiko seiring dengan pertumbuhan perusahaan, serta penerapan early warning system dengan tujuan agar risiko yang memiliki dampak signifikan dapat terdeteksi sejak dini dan pada tahun 2017, Waskita bekerja sama dengan konsultan Manajemen Risiko untuk menyusun Prosedur Waskita bidang Manajemen Risiko (PW Manajemen Risiko) terbaru dengan mengacu kepada COSO ERM 2017.
Pembaruan PW Manajemen Risiko tersebut bertujuan untuk mengefektifkan pengelolaan risiko dimulai dari perubahan struktur organisasi manajemen risiko, pelaporan risiko dari anak perusahaan, serta penilaian risiko yang lebih akurat dengan memperkuat pengukuran kuantitatif.
Road Map Manajemen Risiko
Implementasi Program Kerja Manajemen Risiko Tahun 2018
Program kerja bidang manajemen risiko Tahun 2018 mempunyai 3 garis besar yaitu :
1. Peningkatan budaya sadar risiko
Workshop manajemen risiko level Manager dan pelatihan manajemen risiko tingkat proyek dilakukan sebagai salah satu langkah agar terciptanya budaya sadar risiko.
2. Peninjauan dan pengembangan parameter risiko
Pengadaan konsultan manajemen risiko dilakukan sebagai peninjauan dan pengembangan parameter risikko yang merupakan program kerja yang sejalan dengan pengembangan tata kelola perushaan.
Komponen dari parameter risiko, yaitu :
a. Kriteria rating akibat risiko
b. Kriteria rating kemungkinan risiko
c. Matriks pengendalian risiko
d. Kerangka kerja pengelolaan risiko
3. Penyusunan Profil RIsiko Strategis
Melakukan revisi PW Manajemen Risiko agar selaras dengan ketentuan ISO 9001 dan 14001 versi 2015. Penyusunan Profil Risiko strategis berdasarkan tingkat risiko (Rendah, Moderat, Tinggi, Sangat Tinggi) uang berguna untuk menentukan profil risiko strategis, rencana mitigasi & tindak lanjut dan indikator Risiko Kunci (Key Risk Indicator) profil risiko korporat.
Sertifikasi dan Pelatihan Manajemen Risiko
1. Internal Audit Training ISO 9001:2015 & ISO 14001:2015 Integration
2. Workshop Project Risk Management oleh perusahaan/lembaga pendidikan
3. Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Risiko yang telah terakredutasu dalam bidang manajemen risiko
Sharing knowledge Manajemen Risiko
Sharing knowledge merupakan cara untuk menyosialisasikan dan membangun budaya risiko di perusahaan yang rutin dilakukan setiap adanya satu event seperti rapat koordinasi, gathering dan LDP (Learning Development Program).