loader loader
Informasi Saham
WSKT
Struktur dan Mekanisme Tata Kelola
Struktur Tata Kelola
Perseroan memperhatikan pemetaan fungsi atau kegiatan usaha dengan standar etika bisnis serta memastikan mekanisme pengawasan dan keseimbangan dapat bekerja secara efektif dalam membangun struktur tata kelola Perseroan. Struktur tersebut meliputi struktur organ dan kebijakan Perseroan, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, serta Organ pendukung lainnya seperti Satuan Pengawasan Intern, Sekeretaris Perusahaan, Sistem Pengendalian Internal, Manajemen Risiko, serta ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku.
Sesuai dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Bab I Mengenai Ketentuan Umum Pasal 1 angka 2, Organ Perseroan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham, Direksi dan Dewan Komisaris.
• Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah organ Perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam Undang-undang dan/atau Anggaran Dasar.
• Dewan Komisaris adalah organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberi nasehat kepada Direksi.
• Direksi adalah organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusuan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.
Organ Perseroan menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, Anggaran Dasar Perseroan, dan ketentuan lainnya atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya untuk kepentingan Perseroan. RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi saling menghormati tugas, tanggung jawab, dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar.
Dalam menjalankan tugas pengawasan, Dewan Komisaris dapat membentuk komite, yang anggotanya seorang atau lebih adalah anggota Dewan Komisaris. Komite-komite tersebut bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Sedangkan Direksi dibantu oleh Sekretaris Perusahaan dan Satuan Pengawasan Internal serta satuan kerja lain yang menjalankan fungsi kepengurusan Perseroan.
Mekanisme Tata Kelola
Mekanisme tata kelola merupakan mekanisme implementasi GCG yang tercermin dalam sistem yang kuat. Implementasi GCG tidak cukup hanya dengan mengandalkan pilar struktur tata kelola, melainkan dibutuhkan adanya aturan main yang jelas dalam bentuk mekanisme. Mekanisme tata kelola dapat diartikan sebagai aturan main, prosedur, dan hubungan yang jelas antara pihak yang mengambil keputusan dengan pihak yang melakukan kontrol (pengawasan) terhadap keputusan tersebut.
Pedoman GCG Perseoran disempurnakan melalui Keputusan Direksi Nomor: 36.5/SK/WK/2018 tgl 5 November 2018 tentang Prosedur Waskita di Bidang Tata Kelola Perusahaan. Perseroan senantiasa melakukan penyempurnaan kebijakan GCG (Soft-Structure GCG) agar sejalan dengan kebutuhan proses bisnis maupun ketentuan pelaksanaan GCG bagi Perseroan.
Perseroan juga telah menyusun Code of Conduct, Piagam Komite Audit, Piagam Internal Audit dan berbagai kebijakan dan prosedur dalam mendukung terlaksananya tata kelola yang baik. Seluruh kebijakan dan prosedur yang terkait dalam penerapan GCG dimaksudkan untuk menciptakan mekanisme check and balances yang efektif dan pengelolaan Perseroan yang sesuai dengan prinsip-prinsip GCG.